Maukah menungguku sebentar saja?

musim hujan pertama
tanpa dirimu lagi

Barusan, belum lama ada yang menawarkan payung untuk menghindari hujan musim ini, musim hujan dingin yang sendiri. Datang yang sedikit tak terduga, karena sebenarnya aku pernah tertawan namun melepaskan. yeah, salah paham yang mungkin direncanakan. Dan mungkin waktu untuk mengulurkan payung yang tepat adalah hari ini.

Kedatangan yang begitu tiba-tiba. Saat aku sedang menikmati hujan dalam kesendirian, kau menjemputku. Lalu mengajak berjalan bersama. Sebenarnya aku baru singgah sebentar, menikmati duduk 9 bulan ini. Bukannya kurang lama aku menikmati hujan, tapi entahlah. Aku bingung dengan diriku sendiri.

Aku yakin, kamu mampu menggandeng tanganku untuk berjalan bersama, berlindung dengan payung yang kau tawarkan. Itulah, jika kamu tahu, hal itu yang kubingungkan kini. Antara ingin ikut bersamamu, atau memilih tetap duduk sendiri.

Aku takut. Takut melangkah bersama, beriringan. jangan tanyakan alasan apa yang mebuatku takut, karena aku juga tak tahu jawabannya.

Namun aku juga takut, melihatmu menghampiri orang lain untuk berteduh bersama payung yang sempat kau tawarkan.

Bisakah menungguku sebentar, aku sedang berkemas. Mempersiapkan hati dan kaki untuk bersama mengimbangi langkahmu. Sebentar saja.

Kos, Selasa 20 November 2012 21:50