Oppa, mianhae
mungkin cuma kata itu yang bisa kusampaikan sekarang. Gumawo dan Mianhae. Saranghamnida-nya sedang bersembunyi. Mungkin kemarin dia sempat dengan malu-malu muncul, tapi kini menghilang. mencari orang yang tepat untuk dituju.
Ada yang bilang, kalau cinta itu tidak boleh ada kata maaf. Mungkin saat ini bukan cinta, jadi aku minta maaf setulusnya. Silakan mencari orang baru untuk berteduh dalam payungmu yang hangat, atau lengan yang ingin kau persembahkan. Orang itu bukan aku, ya.
Sempat beberapa saat banyak sekali dilingkaran kepala ini muncul kata 'bingung'. Dan tadi, binggung itu terjawab, aku akan mengubahnya menjadi 'tidak', semoga saja tidak ada yang menyesal dikemudian hari.
Orang yang tak pasti, tak pantas ditunggu. Ya, memang benar katamu. Aku mempersilakan untuk tidak menungguku.
Sepertinya, aku masih ingin duduk-duduk menikmati hujan dalam kesendirian. Kamu yang kemarin lalu menawarkan payung, dengan penuh senyum aku hanya menganggukkan kepala, itu adalah caraku membalas sapa, tapi hanya sebatas itu.
Dari tempat dudukku kini, aku ingin melihat punggungmu yang meninggalkan aku bersama payungmu untuk menjemput orang lain. Aku akan tersenyum bahagia jika besok, lusa, atau kapanpun kamu segera menemukannya.
Sambil melihatmu berlalu, aku akan tetap duduk di sini menikmati hujan sendiri. Aku belum memerlukan hangat payung yang kau tawarkan. Mungkin aku akan kedinginan, namun aku menikmati ini, sampai suatu hari ada orang lain yang menjemputku. Ia tidak langsung menawarkan payung dan mengajak berjalan beriringan. Dia adalah orang yang menyapaku dengan senyum, kemudian duduk di sampingku sebentar. Tidak tergesa kami bicara, bercerita. Kemudian ketika kami merasakan kehangatan, aku siap diajak berjalan bersama, berjalan beriringan. Kami akan mencari payung bersama. Dan yang jelas, kami tak tergesa. Bukankah sesuatu yang tergesa itu belum tentu baik akhirnya?
Suatu saat nanti jika kita bertemu dan kamu sudah bersanding dengan orang menerima payungmu, aku akan tersenyum tulus, walaupun saat itu aku masih sendiri menanti dia yang akan datang kemudian.
Ghamsahamnida, tentang cerita beberapa hari ini
tentang siasat yang mungkin sudah terencana
tentang cara unik yang dilakukan
Mianhae jika pada akhirnya seperti ini
akhirnya aku adalah anak usia 17 tahun yang terperangkap dalam tubuh usia 21 tahun
akhirnya tetap dalam keraguan
akhirnya berani mengambil keputusan ini
Mianhae Oppa, Mianhae...
Sekarang aku tahu, jika posisi paling ideal adalah sebagai seorang kakak, tidak lebih.
Oppa, aku akan ceria seperti biasa, seperti sebelum aku tahu semua ini.
Kos, Rabu 21 November 2012 21:29