contoh laporan PPL Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNIMA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1         DASAR DAN TUJUAN PELAKSANAAN PENGALAMAN LAPANGAN
A.     Dasar Kebijaksanaan Pengalaman Lapangan
1.      Dasar Kebijaksanaan
a.       Tri Dharma Perguruan Tinggi
b.      Kurikulum Pendidikan FIS-LPTK.
c.       Pedoman pelaksanaan system pendidikan tenaga kependidikan di Indonesia, buku jilid II tentang Program Pengalaman Lapangan.
d.      Peraturan Pemerintah No. 05 Tahun 1990.
e.       Surat edaran dirjen Dikti No. 36/Dikti/Kep/1990.
2.      Dasar Pemikiran
a.       PPL merupakan salah satu kegiatan intrakulikuler yang diikuti oleh mahasiswa yang mencakup latihan mengajar mauun kegiatan pendidikan secara berimbang dan terpadu sebagai syarat untuk mengembangkan profesi pendidikan.
b.      PPL/MKG merupakan bagian internal dalam keseluruhan kurikulum LPTK.
c.       PPL merupakan muara, dimana semua unsure komponen kurikulum yang terpadu, sehingga menampakan wajah kependidikan.
d.      PPL dalam pelaksanaannya, mahasiswa memerlukan bimbingan yang mantap, terarah terpadu, sehingga mampu melaksanakan tugas- tugas kependidikan.
e.       Dalam Pembangunan nasional, khususnya pendidikan dibutuhkan tenaga- tenaga guru yang professional, mampu meningkatkan mutu pendidikan, karena itu pengalaman – pengalaman lapangan sebagai salah satu cara dalam pembentukan tenaga guru yang professional mutlak diperlukan dan dilaksanakan.
B.     Fungsi
Magang kerja guru/ pengalaman Lapangan berfungsi sebagai:
a.       Salah satu persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa LPTK.
b.      Wadah untuk melatih diri secara formal dan terprogram untuk menjadi guru yang professional.
c.       Sarjana mempraktekan pengetahuan teoritis yang diperoleh dalam kulliah bidang studi maupun kependidikan dan keguruan.
d.      Wadah pembinaan dan pembentukan sikap keterampilan professional guru.
e.       Media dan kesempatan untuk mengenal dan mengalami langsung sebagai realita dan permasalahan dalam lapangan pekerjaan sebagai guru.
PPL/ MKG merupakan muara dari seluruh program pendidikan yang pelaksanaannya dilakukan secara terjadwal setelah mahasiswa mendapat bekal memadai selama paling kurang tujuh semester alam berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru, mencakup semua mata kuliah pendidikan dan keguruan bidang studi serta latihan yang berkaitan dengan keterampilan mengelola proses belajar mengajar.
1.2.            HAKEKAT PELAKSANAAN PPL/MKG
Tugas dan jabatan guru pada hakikatnya merupakan keahlian sehingga membutuhkan kemampuan professional yang unik dan spesifik. Kemampuan profesioal keguruan ini bersifat kompleks, sehingga diperlukan pendidikan yang sistematis dan terarah dalam jangka waktu menguasai dan menghayati kemampuan tersebut, hendaknya sudah terbentuk dan dibina sebelum para guru menghadapi lapangan pekerjaannya secara formal dan nyata sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya.
Kemampuan professional keguruan membutuhkan keterangan dalam layanan ahli keguruan yang pada dasarnya mencakup dua sisi, yaitu:
1.      Kemampuan melaksanakan tugas
2.      Mengetahui batas kemampuan serta persiapan untuk menemukan sumber yang dapat membantu membatasi keterbatasan dalam melaksanakan tugas.
1.3.      IDENTITAS DIRI
Nama                           :           Tommy Damima
NIM                             :           0630226
Tempat/Tanggal Lahir :           Manado, 04 Mei 1988
Jurusan/Prodi               :           Bahasa Inggris/S1
Fakultas                       :           Bahasa dan Seni
Telah melakukan Magang  Kerja guru/PPL selama 3 Bulan terhitung Februari hingga Mei 2010 di sekolah SMA NEGERI 1 TOMBARIRI.

1.4.      SEKOLAH LATIHAN
            1.) Identitas Sekolah 
                        NSS/NIS                                  : 270721001642
                        Nama Sekolah                         : SMA NEGERI 1 TOMBARIRI
                        Alamat                                     : Jln Trans Sulawesi, Desa Ranowangko.
                        Bentuk Sekolah                       : Biasa
                        Status Sekolah                         : Negeri

2.) Keadaan Sekolah
      a.  Keadaan Fisik Sekolah  
SMA Negeri 1 Tombariri belokasi di Jln. Trans Sulawesi, Desa Ranowangko Kecamatan  Tombariri Kabupaten Minahasa. Batas batas sekolah sebagai berikut :
·         Sebelah utara berbatasan dengan SMP 1 Tombariri
·         Sebelah Selatan berbatasan dengan rumah penduduk
·         Sebelah Timur berbatasan dengan Ruma penduduk
·         Sebelah barat berbatasan dengan Jalan Trans Sulawesi.
v  Jenis Bangunan Sekolah          : Permanen
v  Bentuk bangunan sekolah        : Persegi panjang
b.  Unit – Unit Bangunan Sekolah
Situasi dan unit bangunan sekolah dalam tahun pelajaran ini adalah sebagai berikut:
1.      Ruang kepala sekolah  (1 buah)
2.      Ruang tata usaha          (1 buah )
3.      Ruang Guru                 (1 Buah)
4.      Ruang Kelas                 (17 Buah)
5.      Bola Voli                     (3 Buah)
6.      Bola Kaki                     (1 Buah)
7.      Bola Takraw                (1 Buah)
8.      Bola Basket                  (2 Buah)
9.      Raket Bulutangkis        (6 Buah)
10.  Tolak Peluru                (2 Buah)
11.  Alat music marching band    (1 set)
          3).     Proses Pendidikan
          a. Kurikulum Sekolah
Seperti sekolah lainnya, SMP Negeri 1 Tombariri saat ini menggunakan Kurikulum edisi 2006 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), dimana kurikulum ini menggunakan system semester.
              b. Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan yang digunakan pada SMA negeri 1 tombariri adalah kalender pendidikan tahun 2008-2009. Kalender pendidikan ii berpatokan pada kalender nasional sesuai dengan lampiran kepala kantor wilayah Deartemen Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Utara.
              c. Layanan dan Bimbingan
Bimbingan adalah suatu proses bantuan kepada siswa secara berkelanjutan dan sistematis. Program bimbingam dimaksud untuk membantu siswa agar berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan, bakat,minat, dan nilai yang dianut oleh siswa.  Layanan bimbingan di SMA Negeri 1 Tombariri lebih berorientasi kepada anak yang mempunyai masalah seperti belajar, kehadiran dan masalah pribadi serta masalah lainya.
Dari hal tersebut di atas, kami melihat bahwa hubungan antara siswa dengan guru serta personalianya adalah baik. Hal ini diwujudkan secara formal seperti adanya rapat dengan orang tua murid atau wali siswa.
           4.) Keadaan Guru, Pegawai dan Siswa
a.  Keadaan Guru
                     Jumlah guru tetap SMA Negeri 1 Tombariri adalah 30 orang, yang terdiri dari :
·         Laki- laki     = 14 orang
·         Perempuan  = 16 orang
b.  Keadaan Pegawai /Tata Usaha
·         Laki – Laki = 2 orang
·         Perempuan  = 5 orang
c.  Keadaan Siswa
·          Kelas X      = 153 Orang (laki – laki 83, Perempuan 70)
·          Kelas XI     = 115 Orang (laki- laki 46, perempuan 69)
·          Kelas XII    = 391 Orang (laki- laki 59, Perempuan 64)
BAB II
KEGIATAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN

2.1  PELAKSANAAN MENGAJAR
        Pelepasan peserta magang kerja guru /program pengalaman lapangan  UNIMA  dilakukan oleh rector UNIMA pada akhir bulan februari 2010 di gedungkuliah bersama [GKB] UNIMA,setelah itu bersama ketiga rekan saya didampingi oleh dosen pembimbing melapor diri ke sekolah mitra SMA Negeri 1 Tombariri pada tangal 2 maret 2010.
        Setelah diterima di sekolah dengan melihat surat pengantar serta beberapa ketentuan lainya, mahasiswa PPL langsung mendapat kesempatan untuk mengadakan orientasi observasi sekolah sebelum melaksanakan tugas sebagai mahasiswa PPL dan dapat jadwal mengajar. Dalam melakukan orientasi observasi tersebut kami mulai mendapat bimbingan dan arahan yang diberikan oleh kepala sekolah  dan guru pamong yang sudah ditunjuk untuk masing –masing mahasiswa.
           Selama mengikuti kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Tombariri penulis telah melakukan kegiatan mengajar , baik tugas mengajar yang ditugaskan guru pamong ataupun tugas mengajar, yang mengisi jam kosong ketika guru pamong atau guru bidang studi berhalangan tidak masuk kelas . pelaksanaan proses belajar mengajar disesuaikan dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh guru pamong. Penulis ditugaskan mengajar di kelas X1,X3,XI IPS1. Kelas tersebut, semuanya ditugaskan oleh ibu Cristiani Runtukahu S,Pd.
a.       Hal yang perlu diperhatikan dalam  proses belajar mengajar adalah;
·         Program semester,
·         Distribusi kompetensi dasar per semester,
·         Pengembangan silabus,
·         Desain pembelajaran,
·         Alat peraga/Alat bantu

Hal-hal  yang perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar adalah.
·      Membuka dan menutup pelajaran,
·      Pengelolaan kelas,
·      Penuasaan penyajian materi,
·      Model desain pelajaran
     Penulis mengajar pelajaran Bahasa Inggris di kelas ,tetapi adakalanya mengantikan guru yang berhalangan mengajar atau tidak dapat datang di sekolah. Penulis mengajar di sesuaikan dengan jadwal mengajar guru pamong, secara lebih rinci jadwal mengajar penulis ialah pada kelas- kelas  pada hari senin, selasa, Jumat.
               Dalam pelaksanaan magang kerja guru di SMA Negeri 1 Tombariri didasarkan atau disesuaikan dengan pokok-pokok yang akan dilaksanakan dalam lapangan yaitu;
1. orientasi tentang sekolah
2. orientasi kelas,
3. partisipasi mengikuti kegiatan sekolah,
4. praktek proses belajar mengajar.
Adapun jadwal mengajar adalah sebagai berikut :
HARI
JAM PELAJARAN
1
2
3
4
5
6
7
8
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu

X3


X3

X3


X3

X1


XI IPS2

X1


XI IPS2
XI IPS2
XI IPS2
X1
X1

2.1.  LAYANAN  BIMBINGAN DAN PEMBINAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
         Layanan bimbingan dan pembinaan proses belajar mengajar selama magang kerja guru (MKG)di SMA Negeri 1 Tombariri sering diberikan oleh guru pamong, guru mata pelajaran yang sama, guru piket  dan guru yang lainya boleh dikatakan bahwa semua mahasiswa PPL di SMA Negeri 1 Tombariri benar-benar digodok dan ditempa sehinga bisa atau dapat menjadi guru yang baik.
         Layanan bimbingan yang diberikan rumus sebagai berikut;
1.    Layanan bimbingan oleh dosen pembimbing
a.   memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh guru-guru pamong dan kepala sekolah serta  guru-guru mata pelajaran yang sama
b.  menjaga nama baik UNIMA di tondano dan menjaga disiplin kerja
c.  mengembangkan ilmu yang diperoleh selama kuliah .
d. mengikuti semua peraturan sekolah/peraturan kerja selama PPL berlangsung dan   meminta izin dari guru pamong atau kepala sekolah sekiranya ada keperluan yang harus  diselesaikan
2.    Layanan bimbingan oleh guru pamong
a.       Cara  membuat program ,tahunan program semester, pengembanggan silabus dan desain pembelajaran .
b.      Cara merumuskan kopetensi dasar yang baik (berdasarkan pengembangan silabus) dan cara membuat butir-butir soal
c.       Cara membuat pendekatan terhadap siswa dan penguasaan kelas dan penanaman konsep yang mudah di gemari oleh siswa.
2.3.      KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
     Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan selama penulis mengikuti PPL di SMA Neger1 1 Tombariri adalah seperti mengawasi siswa yang sedang melaksanakan kerja bakti . mengikuti upacara bendera setiap hari senin dan mengikuti ibadah pada hari sabtu.

 2.4. ADMINISTRASI SEKOLAH  
Selama penulis mengikuti PPL di SMA N1 Tombariri, administrasi sekolah yang di lakukan adalah menjalankan piket sesuai dengan jadwal piket yang tela ditentukan, yakni pada hari sabtu . selain itu penulis juga menjaga kelas yang tidaak ada guru  karena berhalangan hadir

2.5. PEMBINAAN KEHIDUPAN SOSIAL
Dalam mewujudkan peran sekolah sebagai lembaga sosial SMA Negri  3 tondano memikul tangung jawab memproses sejumlah tenaga kerja sisuai dengan jenis dan tingkatanya masing-masing. Peranan sekolah dapat ditinjau berdasarkan kedudukan yang harus dipersiapkan anak-anak agar menjadi warga Negara yang baik. Peranan ini diharuskan sekolah agar mampu meneruskan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna membentuk sikap , mental dan kepribadian yang di cita –citakan.
Karena hal tersebut, maka hubungan antara murid, guru, dan pegawai di SMA Negeri 1  Tombariri berjalan baik. Komunikasi antara guru, murid dan pegawai lainya diwujudkan secara formal, misalnya mengadakan rapat dengan orang tua /wali maupun informasi dalam setiap kesempatan di dalam dan di luar sekolah


BAB lll
REFLEKSI KEGIATAN MAGANG KERJA GURU DI SEKOLAH

3.1.       REFLEKSI PELAKSANAAN KEGIATAN MENGAJAR
Selama pelaksanaan kegiatan mengajar di SMA Negeri 1 Tombariri , secara umum dapat di katakan   bahwa pelaksanaan PPL/MKG bejalan dengan baik. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan KBM dapat berjalan dengan lancer.

Masalah yang di temui dalam magang kerja guru (MKG) ini adalah sebagi berikut;
1.    Siswa tidak mengunakan masa belajar yang ada untuk belajar  efisien dan sistematis.
2.    Banyak siswa yang keluar dan masuk untuk hal-hal yang kurang penting setiapkali.
3.    Kurangnya minat membaca di kalangan siswa.

Dalam hal ini, penulis mengambil beberapa alternative guna mengatasi masalah seerti yang ditanyakan diatas :
1.    Mengatasi semangat siswa serta membangkitkan minat untuk belajar dengan memberikan perhatian penuh semasa guru sedang mengajar dan sebaliknya serta siswa menggunakan waktu yang ada untuk belajar.
2.    Ketegasan dari seorang guru untuk membiarkan siswa keluar masuk kelas jika untuk urusan yang tidak perlu.
3.    Semakin banyak yang diketahui, maka semakin banyak pula hal-hal yang belum kita ketahui. Maka itu minat membaca harus dipupuk.

3.2.       REFLEKSI KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN
Penulis sangat berterima kasih atas layanan bimbingan yang telah diberikan dari dosen pembimbing, guru pamong maupun kepala sekolah. Banyak hal yang telah diberikan oleh mereka.

3.3.         REFLEKSI KEGIATAN ADMINISTRASI SEKOLAH
Dalam pelaksanaan PPL  semua mahasiswa perlu mengetahui tugas-tugas administrasi lainnya terutama tugas – tugas ketatausahaan supaya bekal mahasiswa PPL setelah selesai kuliah bukan hanya keterampilan mengajar tetapi juga keterampilan mengelola administrasi. Karena tugas guru itu bukan saja mengajar tetapi juga terlibat dalam mengelola administrasi sekolah. Dengan adanya bekal seperti itu mahasiswa yang berpraktek benar-benar menjadi seorang guru yang siap pakai dan penuh dengan keterampilan.

3.4.         REFLEKSI KEHIDUPAN SOSIAL
Hubungan social yang dimaksud adalah hubungan antara warga sekolah dengan masyarakat disekitarnya termasuk para orang tua murid yang berjalan dengan lancar. Komunikasi antara warga sekolah menjadi lancer dengan adanya bantuan BK oleh ibu Nurhayati Sidiki. Hubungan sosial sekolah dengan warga juga dikatakan baik, karena jika murid bermasalah langsung dihubungi orang tua murid agar masalah terpecahkan bersama.



























BAB IV
PENUTUP

4.1.       KESIMPULAN
Dalam melaksanakan PPL di SMAN1 Tombariri, hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut:
1.      PPL membuat mahasiswa memperoleh pengalaman kerja sebagi seorang guu dan melatih semua teori yang telah diterima semasa belajar di kampus.
2.      Membentuk semangat yang tinggi, keberanian, keyakinan dan mental yang sehat baik dalam mendidik dan membimbing siswa kea rah manusia yang sempurna.
3.      Membentuk cara berpikir positif dan terbuka untuk menghormati semua pendapat dari peserta didik sehingga membentuk kepribadian yang lebih profesional.
4.      Wawasan yang semakin luas terhadap dunia pendidikan dan berpikir kreatif dalam menerapkan segala ilmu yang diterima dan senantiasa bermotifasi dalam melakukan segala kegiatan.
5.      Terbentuknya disiplin yang tinggi dan kepribadian yang baik dan akhlak yang mulia sebagai calon guru yang berpotensi tinggi dan siap pakai untuk bekerja pada masa depan setelah menyelesaikan studi.

4.2.            SARAN
Setelah melaksanakan PPL, penulis dapat merasakan bagaimana hidup sebagai tenaga professional guru dalam lingkungan sekolah, oleh karena itu penulis ingin menyarankan sebagai berikut:
1.      Kegiatan PPL perlu dilanjutkan guna melahirkan guru yang berkualitas dan siap pakai untuk dunia kerja.
2.      Kegiatan PPL yang penting ini sudah cukup baik dan diharappkan agar pada masa depan lebih baik lagi supaya lebih membantu mahasiswa mencapai pengalaman yang optimal.
3.      Bagi siswa ada baiknya menggunakan waktu dengan membaca buku dan mendapatkan informasi terbaru di perpustakaan sekolah maupun mempelajari cara mengakses informasi dari internet guna menambah wawasan dalam menghadapi tantangan hidup global sekarang ini. Juga bias berbagi pengalaman pendidikan dengan siswa dari Negara lain agar lebih bertambah pengetahuan dan pegalaman dengan menggunakan jasa internet dan E-mail yang biasa didapatkan di cyber net cafĂ© atau ke laboratorium computer sekolah.
  
Lampiran  01
TATATERTIB SEKOLAH SMA NEGERI 1 TOMBARIRI

 SMANegeri 1 Tombariri memiliki beberapa kewajiban dan larangan yang harus dijalankan dan dipenuhi oleh setiap siswa.

A.       Kewajiban siswa
1.        Menjaga dan mempertahankan nama baik sekolah
2.        Bersikap sopan terhadap guru, pegawai dan semua teman.
3.        Dating tepat waktunya (10 menitsebelum pelajaran dimulai ).
4.        Melapor kepada kepala sekolah bila ada kegiatan siswa yang bersangkutan.
5.        Melapor kepada kepala sekolah atau guru piket bila terlambat tiba disekolah.
6.        Minta izin lewat surat dengan ditandatangani oleh orang tua/wali jika tidak masuk sekolah.
7.        Berpakayan seragam sesuai dengan ketentuan sekolah.
8.        Merias sdiri sebagaimana  seorang siswa.
9.        Mengatur rambut sesuai dengan ketentuan.
10.    Minta izin dengan surat yang ditandatangani jika ada sesuatu urusan selama pelajaran berlangsung.

B.       LARANGAN-LARANGAN
1.        Membawa atau merokok disekolah.
2.        Menerima tamu secara langsung tanpa seizin kepala sekolah atau wakil kepala sekolah atau guru piket.
3.        Membawa atau membaca buku yang tidak sesuai dengan pendidikan.
4.        Membawa senjata tajam dalam bentuk apapun.
5.        Berkelahi dengan guru, pegawai atau teman.
6.        Membawa atau mengunakan perhiasan make-up secara berlebihan.
7.        Mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada guru,pegawai dan teman.
8.        Memasuki ruangan khusus tanpa izin.
9.        Merusak perabot sekolah atau peralatan sekolah.
10.    Membuat keributan dan menggangu keamanan sekolah.