selamat ulang tahun tiwi


23 Februari 2013

 Selamat ulang tahun
Terima kasih Tuhan, mengizinkan aku bernafas hingga usia 22,
Terima kasih ibu, bapak atas doa-doanya yang tak terhingga, kasih sayang yang tiada habisnya dan nasi kuning hari ini yang setia hingga usia 22
Terima kasih teman-teman, sahabat, kakak, adik, mas, mbak, om, tante segala doanya. Semoga Allah menjabai, amiin
Terima kasih untuk orang ketiga yang mengucapkan selamat ulang tahun. Kukira lupa tentang hari ini. Terima kasih sudah menemani empat bulan ini.
I love u all

Doaku Tuhan, semoga aku lulus bulan Juli 2013. Dilancarkan segala proses skripsi, mendapatkan nilai A dan bisa cumlaude dengan IPK yang lebih dari yang kudapatkan sekarang. Amiin

Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kusampaikan. Tepatnya tentang hubungan yang sudah empat bulan kita jalani dan tiga bulan kebersamaan (karena sebulan menjalani KKN) jadi gak ketemu.
Ternyata harum bunga itu tak bertahan lama sayang, mungkin mekarnya mulai layu dan berguguran bulan Januari kemarin. Aku harap bunga itu bukan bunga Desember yang berkembang akhir bulan November dan lama lama akan binasa. Ia tumbuh pada musimnya setahun kemudian. Aku tak mau seperti itu sayang. Bunga yang dulu pernah kau berikan bukan bunga Desember. Benarkan sayang?
Ahhh, jalan yang kita tapaki sepertinya semakin menunjukkan persimpangan. Aku tak tahu kenapa. Sepertinya aku yang selalu mengerti kamu, dan hanya sedikit kamu mengerti aku. Alibimu adalah egois. Jangan salah, aku bisa lebih egois jika mau.

Jika mau, aku takkan bersusah sms setiap pagi, siang dan petang dengan jawabanmu yang ala kadarnya. Dan ada sedikit curiga kau perlakukan orang yang berbeda. Apakah aku salah sayang?
Aih sayang, kenapa semua jadi terasa melelahkan, semakin gamang, dan sepertinya untuk bertemu dalam satu titik itu susah. Tujuan yang dulu, dulu sekali kita impikan, kini entah enyah. Kita seperti sepasang rel kereta api yang sejajar namun tak pernah bertemu. Mungkin ada kalanya aku akan mengerti kamu, dan mungkin kamu juga.

Sudah pernah kujelaskan sebelumnya, jika seperti ini aku yang meragukan diriku sendiri. Tak sedikit pun kuragu setiamu. Sedikit pun sayang. Tapi aku ragu dengan setiaku.

Hari masih selalu mendung, turunnya hujan bisa menumbuhkan bungan kembali. Bunga yang layu atau bahkan mati bisa tumbuh lagi. Sandingkan bunga itu dengan aquarium berisi ikan, sayang. Akan menjadi hadiah 22 tahun ini indah.